Memahami Algoritma Terbaru Google 2019 dan Cara Mengatasinya

Perlu Anda ketahui Google sebagai mesin pencari terus berevolusi untuk semakin memperbaiki kualitas peringkat di mesin pencariannya. Untuk itu Google pun terus merilis algoritma-algoritma terbaru yang mungkin sering tidak disadari oleh para blogger maupun internet marketer. Perubahan algoritam yang dilakukan oleh Google terkadang hanya menimbulkan dampak kecil. Namun, tidak jarang perubahan tersebut juga mendatangkan dampak yang cukup besar terhadap halaman pencarian (SERPs).

Untuk mengatasi perubahan besar yang mungkin akan sedikit merugikan website Anda, Anda harus memahami perubahan algoritma yang selama ini dilakukan Google. Berikut ulasannya.

1. Algoritma Panda

Algoritma Panda merupakan algoritma yang dirilis pertama kali pada 24 Februari 2011. Pada awalnya, algoritma ini merupakan fitur filter yang harus diaplikasikan terlebih dahulu dan tidak menjadi satu dengan mesin pencarian Google. Namun, sejak Januari 2016, algoritma Panda telah dijadikan satu dengan Google.

Cara kerja algoritma Panda adalah untuk mengecek duplikasi maupun plagiat yang dilakukan di dalam konten artikel. Algoritma ini juga akan mengecek jumlah konten, keyword stuffing atau penjejalan keyword yang berlebihan, hingga spam yang merupakan user generated. Anda tentu sering menemukan blog spam yang isinya hanya kata kunci yang di-generated sehingga tidak memberikan informasi apapun bukan? Inilah fungsi algoritma Panda untuk menyingkirkan blog spam semacam itu.

Tips Menangani Algoritma Panda

Algoritma Panda bekerja dengan memberikan angka mutu atau quality score terhadap halaman website di mesin pencari. Untuk mendapatkan quality score yang tinggi oleh mesin pencari, Anda harus melakukan pemeriksaan berkala terhadap konten-konten di dalam website Anda.

Anda perlu menghapus hingga mengubah beberapa konten yang masuk kategori “buruk” oleh algoritma ini. Kategori “buruk” meliputi konten yang terdeteksi plagiat, jumlah konten yang terlalu sedikit hingga terlalu banyaknya kata kunci di dalam artikel.

2. Algoritma Pigeon

Algoritma Pigeon adalah algoritma yang digunakan untuk memeriksa kualitas On Page website maupun Off page website yang dirasa kurang teroptimasi. Pembaruan yang dilakukan pada algoritma Pigeon membuat Google dapat membuat kaitan yang erat antara algoritma lokal dan algoritma utama.

Tips Menangani Algoritma Pigeon

Untuk mengatasi algoritma Pigeon sebenarnya sangat mudah. Anda hanya perlu untuk mengecek on page SEO maupun Off page SEO website Anda. Perbaiki kedua On Page maupun Off Page website agar memiliki optimasi yang baik.

3. Algoritma Penguin

Algoritma Penguin diluncurkan pada tanggal 24 April 2012. Algoritma ini berfungsi untuk mengenali link yang terkategori spam dan tidak relevan dengan artikel maupun achor text yang teroptimasi berlebihan. Algoritma ini telah menjadi satu dengan Google sejak akhir tahun 2016 dan bekerja secara real time.

Tips Menangani Algoritma Penguin

Untuk menangani algoritma ini Anda harus mengecek tautan pada website maupun profil link Anda. Anda juga sebaiknya melakukan pengecekan terhadap backlink. Untuk membantu memudahkan pekerjaan Anda, ada banyak software online tersedia untuk melakukannya. Hapus backlink yang memiliki reputasi buruk dan ganti anchor text pada situs Anda.

4. Algoritma Hummingbird

Algoritma Hummingbird hampir sama dengan fungsi algoritma panda yang berfungsi untuk memeriksa artikel yang terdeteksi keyword stuffing atau penjejalan keyword berlebihan. Algoritma Hummingbird juga dapat mendeteksi kualitas artikel yang buruk sehingga menyingkirkannya dari halaman terdepan mesin pencari.

Algoritma ini bekerja dengan interpretasi kueri yang ditelusur oleh pengguna sehingga dapat memberikan hasil pencarian yang lebih memuaskan untuk pengguna. Anda tentu sering menjejalkan kata kunci yang tidak berurutan pada mesin pencari Google ketika mencari informasi tertentu bukan? Nah algoritma Hummingbird berfungsi untuk mengidentifikasi maksud pencarian penelusur ini dengan melakukan pemrosesan Bahasa secara alami.

Tips Menangani Algoritma Hummingbird

Lakukan riset yang teliti terkait dengan keywords yang ingin Anda tuju. Teliti apa konten yang ingin dicari oleh pengguna melalui keywords tersebut. Utamakan pada konten atau isi artikel dan tidak berfokus pada pengulangan keyword secara terus menerus (keyword stuffing). Hal ini justru akan memberikan peringkat sangat rendah di mesin pencari.

Untuk mencari keyword yang berhubungan dengan keyword yang dimaksud, Anda bisa menggunakan Google Search maupun Keyword Tracker Module.

5. Algoritma Mobile

Algoritma Mobile menjadi algoritma yang berfungsi untuk mengecek aksesibilitas dari suatu website ketika diakses dari perangkat mobile. Algoritma ini dapat mengecek apakah website tersebut tersedia dalam perangkat mobile ataukah tidak tersedia dalam versi mobile.

Dengan adanya algoritma mobile, Google dapat memberikan peringkat teratas pada website dan blog yang ramah terhadap perangkat mobile. Sehingga ketika Anda mengakses website dari perangkat gadget seperti smartphone, Google secara otomatis akan memberikan website yang mobile friendly kepada Anda di halaman pertama.

Untuk itu, website yang belum dirancang agar mobile friendly otomatis akan tergerus ke halaman selanjutnya dari mesin pencari. Hal ini dapat menyebabkan website Anda memiliki peluang akses yang sangat kecil oleh pengguna.

Tips Menangani Algoritma Mobile

Untuk membuat website Anda teridentifikasi baik di dalam algoritma Mobile, Anda harus membuat website Anda menjadi “go mobile”. Untuk membuat situs lebih mobile friendly, Anda harus memfokuskan kepada kecepatan akses atau User Experience. Hal ini penting mengingat semakin banyak orang yang mengakses internet langsung dari perangkat mobilenya.

Untuk mengecek apakah situs Anda telah mobile friendly, Google sebenarnya menawarkan tool berupa Google Mobile Friendly Test yang bisa digunakan untuk menguji kelayakan situs Anda tampil di perangkat mobile.

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *